• Home
  • BUDAYA
  • Makam Terawang Lidah, Bukti Perkembangan Islam di Dusun Sungai Mancur
BUDAYA BUNGO DAERAH OPINI DAN ARTIKEL

Makam Terawang Lidah, Bukti Perkembangan Islam di Dusun Sungai Mancur

Makalam News– Mungkin sebagian sejarah Dusun Sungai Mancur yang berada di Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas tidak banyak dikenal orang, karna sejarah dusunnya yang tidak memiliki buku pedoman, sejarah hanya saja cerita sejarah yang berkembang bahwa nama Dusun Sungai Mancur diambil dari sebuah sungai yang air nya langsung mancur kesungai batang tebo.

Pada saat itu kerajaan Dusun Tanah Periuk mengutuskan seorang anak buahnya untuk membuat sebuah perkampungan dihulu sungai batang tebo, setelah melalui perakitan sang raja sungai mancur yang tau persis namanya melihat sebuah air sungai yang pancurannya langsung kesungai batang tebo. Lalu sang raja mampir ke tanah pilih tersebut dan memberi nama dengan sebutan sungai mancur.

Terlepas dari sejarah sebuah nama dusun Sungai mancur tersebut terselib cerita rakyat terkait makam keramat tentang peninggalan sejarah peradaban islam yaitu makam terawang lidah. Dulu kala terawang lidah adalah seorang sultan yang berasal dari Sumatera barat, dia memasuki dusun Sungai mancur untuk menyebarkan agama islam.

Menurut cerita yang beredar nama terawang lidah diambil dari bentuk lidah sultan tersebut terawang (berlobang-lobang), semasa penyebaran islam disungai mancur sultan terawang lidah memiliki banyak pengikutnya.

Ada juga kisah lain yang menyebutkan bahwa terawang lidah hampir sama sumpahnya dengan si pahit lidah, hanya saja sumpah terwang lidah tidak langsung terkabulkan melain dijatuhkan tempo. Misalnya dia menyebutkan “jika anda memanjat pohon di sumpah menjadi monyet” jika orang itu memanjat pohon tersebut maka sumpahnya akan terwujud namun jika tidak maka sumpahnya tidak apa-apa.

Makam sultan terawang lidah kini tepat berada didalam lingkungan masjid al-jami’ dusun sungai mancur, dahulunya. Makam tersebut sangat jauh jaraknya dari masjid, konon jika sungai batang tebo runtuh maka makam tersebut bergeser dengan sendirinya.

Dulu makam tersebut jauh dari masjid namun kini makam tersebut sudah masuk kedalam lingkungan masjid tersebut. Makam ini juga terkenal keramat, banyak sekali warga dusun sungai mancur yang mendatangi makam tersebut untuk berziarah. Makam ini juga mampu membantu warga yang sulit membaca qur’an agar bisa lancar membacanya dengan cara meninggalkan air dalam wadah atau tempatnya diserta dengan permintaan niat kita selama 1 malam. Dan besoknya air tersebut diminum dan dimandikan. Dan keramat lainnya bagi warga yang hendak berpergian dalam misi tertentu cukup dengan berziarah kemakam tersebut dan mengambil lumut makam atau debu makam tersebut. Niscaya semua misi kita akan berhasil. Kini makam tersebut hanya diziarahi setiap selesai sholat idul fitri dan hari besar lainnya, dan cerita tentang ke keramatan makam tersebut masih tetap terjaga hingga saat sekarang.( MNews)

Oleh : Sukardi

Related posts

Peduli Kesehatan Masyarakat, Indomaret gelar Foging Pemberantasan Sarang Nyamuk

riana kamesya

Hadiri Pembukaan MTQ ke IV tingkat Kecamatan Pasar Muara Bungo, Ini harapan Bupati Bungo…

riana kamesya

Bupati Buka Bintek Peningkatan level Maturitas SPIP

riana kamesya